Pengalaman Terbang dengan Malaysia Airlines

July 20, 2017

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman terbang bersama maskapai Malaysia Airlines untuk perjalanan bisnis dari Jakarta ke Kuala Lumpur, Malaysia, yang pernah dituliskan di sini. Maskapai penerbangan milik Malaysia ini sebenarnya pernah jaya sebagai salah satu maskapai ekonomi pilihan ke Eropa sebelum menghadapi keterpurukan.


Padahal di 2010, kelas ekonomi Malaysia Airlines sempat menyandang penghargaan sebagai "World's Best Economy Class" oleh Skytrax. Tapi beberapa kecelakaan pada 2014 menghancurkan citra baik yang dimilikinya. Masih ingat dengan pgypMH370 yang hilang dan MH17 yang ditembak rudal? Baru-baru ini bahkan pesawat Malaysia Airlines menuju Melbourne sempat 'dibajak' Manodh Monaragala Marks. Serta masih banyak deretan berita kurang baik lainnya yang membuat Malaysia Airlines masih mengerikan, buat saya, untuk dinaiki.mammaskapai 

Turbulence Sepanjang Jalan
Sungguh terbang bersama Malaysia Airlines cukup mengerikan buat saya. Sejak baru take off, baik menuju KL atau kembali ke CGK, pesawat sudah bergetar dan mesin pesawat mengeluarkan bunyi 'drrrrr'. Kemudian selama terbang, turbulence sering terjadi dan cukup kencang. 

Awalnya saya ingin naik maskapai kebanggaan bangsa. Namun apa daya, jadwal Garuda Indonesia tidak ada yang cocok dengan jadwal para bos juga penuh. T.T Alhasil sebelum terbang, saya khawatir setengah mati #lebay. Saya sibuk komat-kami berdoa dalam hati. Sepanjang perjalanan, baik berangkat menuju Malaysia maupun kembali ke tanah air, tak bisa tidur sama sekali. Padahal kurang tidur karena pekerjaan menuntut saya bergegas ini itu.

Staf di Pesawat Kurang Cekatan
Saya naik pesawat Boeing 737-800 bersama satu orang bos di kelas bisnis dan satu teman lainnya di kelas ekonomi. Saat memasuki pesawat, bos yang duduk di bisnis kerepotan dengan barang bawaannya. Tidak ada satupun staf Malaysia Airline yang membantu. Akhirnya teman saya yang membantu mengangkat tas ke atas kompartemen yang sudah penuh, padahal kursi bisnis baru terisi beberapa.

Agaknya Malaysia Airlines memang tidak begitu ketat dengan tas jinjing atau barang yang dibawa ke kabin. Di kelas ekonomi, kompartemen di atas kami juga sudah penuh. Akhirnya kami harus menaruh backpack di bawah kursi depan. Ukuran kursi kelas ekonomi pesawat Boeing 737-800 Malaysua Airlines sekitar 30-32 inch dan lebar 17-17.5 inch. Rasanya ga nyaman dan sempit banget. Untung cuma 2 jam terbang. Huhu..

Entertainment Penerbangan Standar
Entertainment kelas ekonomi Malaysia Airlines menghadirkan personal TV di depan setiap bangku. Koleksi film yang dimiliki agak kurang update. Entertainment untuk anak-anak juga kurang seru. Gitu-gitu aja. Akhirnya ya nonton film seadanya..

Fasilitas Entertainment Kelas Ekonomi Malaysia Airlines

Sebagai negara tetangga, Malaysia adalah salah satu destinasi wisata favorit Indonesia. Namun agaknya, saya bakal lebih memilih jasa penerbangan lainnya atau Air Asia ketimbang Malaysia Airlines kalau cari penerbangan murah dan aman untuk tamasya dengan keluarga suatu saat nanti.

Ditambah lagi, Malaysia Airline juga memiliki kebijakan melarang anak-anak di First Class lantaran suara anak-anak dibilang mengganggu istirahat penumpang First Class yang sudah membayar mahal.

Maskapai ini dikatakan memang terus berbenah dan memperbaiki diri dari keterpurukan dengan menunjuk CEO baru. Malaysia Airlines juga menambah keamanan penerbangan dengan memasang satellite flight tracking system pada semua pesawatnya. Keamanan dan pengetahuan dalam keadaan darurat dari maskapai ini cukup mendapat acungan jempol karena video dan pengumuman sebelum take off nya sangat detail. Berbeda dengan kebanyakan maskapai lainnya. Bisa jadi mereka memang selalu bersiap untuk hal terburuk yang mungkin bakal terjadi. Duh!


You Might Also Like

4 comments

  1. Setuju banget. Tidak rekomended. Kalau jauh sama Garuda.

    Dari segi entertainmentnya, film-filmnya ga update dan cenderung ngebosenin.

    Kru kabinnya tdk ramah, kurang senyum.

    ReplyDelete
  2. sampai saat ini belum kepikiran untuk mengkhususkan berwisata ke negeri Jiran.
    Semenjak peristiwa caplok-mencaplok. Tapi kalau urusan kerjaan mah, apa boleh buat.
    Walau pada akhirnya urusan kerja sambil sedikit berwisata. Uppppsssss...

    ReplyDelete
  3. Belum pernah naik maskapai ini, padahal sempat mempertimbangkan atas saran seorang bapak yang cukup rajin bolak balik KL dengan maskapai ini lhoo..

    ReplyDelete
  4. orang tua saya juga katanya sampai kapok pakai airline ini. katanya mereka terbang ga menikmati sekali dan takut soalnya turbulence terus.

    ReplyDelete