Soto Mie Amin Ligut

October 26, 2016

Kalau ada sayembara soto mie terbaik se-Jakarta Raya, saya yakin Soto Mie Amin Ligut masuk jadi nominasi dan keluar sebagai pemenang.

Lihat saja..

Soto Ayam Kuah Santan, di Soto Mie Amin Ligut
Kuah soto mie di kedai milik Pak Amin Ligut ini merosooooot ke tenggorokan. #eh πŸ˜‹ Segar, bening, berminyak, tapi sedaaaappp! Tak ada yang bisa mengalahkan resep tradisional yang diracik oleh Pak Amin Ligut sendiri kemudian diwariskan ke sang Pewaris, anak laki-laki pertamanya.Kuah bening dan kikil dikatakan sang pewaris sebagai salah satu "bumbu rahasia" kedai ini yang tak ada di soto mie lain. "Kalau soto mie Bogor kan kuning yak, Betawi mah bening. Di sini bedanya pake kikil," tegasnya.

Menu yang ditawarkan bukan cuma soto mie. Tapi juga diantaranya ada toge goreng, soto ayam kuah bening, soto ayam kuah santan, dan soto daging. Saya paling suka soto ayam santan dengan emping, kentang rebus, diakhiri perasan jeruk nipis, ah sedaaaappp! #glek #ngetiknyaajangiler

Pak Amin Ligut adalah seorang Betawi aseli. Suami saya saksi hidupnya bagaimana kedai soto ini berpindah dari satu tempat ke tempat lain hingga kini menetap di Jl. Durian, Jagakarsa, Jakarta Selatan, diantara rumah-rumah mewah disekitarnya. Sebuah kedai sederhana ala rumah Betawi jadoel yang lebih besar halamannya untuk parkir pengunjung berdiri yang juga tempat tinggal Pak Amin Ligut dan keluarganya.

Setiap harinya Pak Amin Ligut dan keluarganya membuka kedai pagi hari. Tak pernah sepi pengunjung, kedai ini bahkan penuh sesak pada jam makan siang. Tak jarang, Pak Amin Ligut sendiri juga turun tangan membantu melayani para pengunjung atau sekedar bercengkrama dan bersenda gurau dengan pembeli yang juga tetangganya dari berbagai generasi, termasuk suami saya dan keluarga. Memasak 15 kilogram daging sapi setiap harinya, bertambah jadi 20 kilogram pada Sabtu dan Minggu, soto mie Amin Ligut selalu ludes. 

Dari kedai Amin Ligut, saya melihat bagaimana bisnis keluarga yang sukses dibangun dengan keringat dan rasa kekeluargaan turun temurun. Mungkin itu resep suksesnya. Bahwa hidup tak melulu tentang melayani dan dilayani. Tapi tentang bagaimana menjadi tuan rumah yang baik bagi para tetangga yang ingin mencicipi suguhan sederhana namun memanjakan lidah. Sehingga mereka tentu tak segan datang lagi juga merekomendasikan keramahtamahan dan suasana kekeluargaan di "Rumah" Pak Amin Ligut untuk dinikmati bersama, terus menerus. Resep masakan mungkin bisa diikuti oleh siapa saja, tapi keramahan Pak Amin Ligut selaku tuan rumah tak bisa mengalahkan kedai pesaing lainnya.

Pokoknya, daripada penasaran, lebih baik bergegas. Lekas berangkat ke kedai favorit Suami dan saya ini! Selama bulan puasa ga buka lho. Justru lebaran hari kedua buka dan langsung diserbu penggemar.. 😁

Selamat menikmati tulisan yang dibuat untuk #1minggu1cerita ini ya!

You Might Also Like

2 comments

  1. ya ampuuun.. bandung hujan begini trus baca posting tentang kuliner soto. laperrr banget jadinya hahahaha >.<

    ReplyDelete
  2. Ahahaha..Bu Ajeng jajan soto aja.
    Ada Soto Susu BCA gitu kan di Bandung mah.. :p

    -MarQ-

    ReplyDelete