Traveling Semasa Sekolah Dulu

September 10, 2016

Tiap minggu pertama bulan berganti, tim jejak katumbiri mesti deg-degan. Apa pasal? Kami gugup mengenai tema apa yang akan dikeluarkan admin #1minggu1cerita.


Andai ia bisa berbicara, mungkin bakal berteriak, "Men! Blog ini sudah bertema, kudu dikasih tema lagi?!" (zoom in, zoom out) 😝✌🏼️

Daaaannnn..tema minggu pertama September 2016 adalah "Aku dan Sekolahku". Dalam hati berkata, "Mampus. Nulis apa gw?!" Hahaha..beberapa ide lantas berkeliaran. Namun kesibukan jadi ibu koki mpasi sekaligus pekerja kantoran yang juga tengah menghadapi tenggat waktu untuk membuat 3 rilis dan 3 berita foto dalam seminggu ini membuat saya merasakan luar biasa pusing tujuh keliling. LUAR BIASA!!! *maaf, capslock dol*


Maka kini menulislah saya pada malam lepas menonton channel Youtube The Voice Kids Indonesia. Sebagai gambaran buat para pembaca, jaman sekolah dulu saya adalah anak bertubuh mungil pendiam yang suka bercerita di buku diary. Saya suka berada di tengah keramaian, sebagai pemandu sorak di belakang layar, bukan sang bintang yang meraih lampu sorot.

Semasa sekolah, saya tak banyak melakukan perjalanan. Maklum, kedua orangtua yang PNS tak punya anggaran wisata lebih seperti orangtua jaman sekarang. Untuk itu, saya persembahkan beberapa tujuan wisataku semasa sekolah dulu, yakni:

1. Yogyakarta (Kelas 2 SMP)
Mari kita menaiki mesin waktu ke masa SMP kelas 2. Masa dimana saya punya tiga sahabat baik, yakni Retno, Dwita, dan Yunita. Kesamaan kami adalah sama-sama ngeceng Kakak Kelas, ceritanya ga selera sama yang seangkatan soalnya pernah ditolak (sama yang seangkatan). Ehmm.. 😂 Nah masa ini adalah cikal bakal mengapa saya suka banget nonton acara musik dikemudian hari.

Kelas 2 SMP, wali kelas mengumumkan rencana studi tur ke Yogyakarta. Menggunakan bus rombongan kami berangkat dari Depok, Jawa Barat, menuju Yogyakarta. Kami menginap di sebuah losmen tua. Sekamar berempat. Sayangnya, saya tidak sekamar dengan para sahabat. 😔

Selama di Yogyakarta, sejauh daya ingat saya, kami mengunjungi Museum Perjuangan, Keraton, Candi Borobudur, Kaliurang, Imogiri, Kota Gede, dan Alun-alun. Yogyakarta memang kota yang tak akan habis untuk dikunjungi.

Satu hal yang paling saya ingat semasa perjalanan itu adalah saya berulang tahun pada satu malam di Yogyakarta. Tak ada yang ingat tanggal itu saking introvertnya saya hingga akhirnya saya merayakannya sendiri dengan memesan nasi goreng yang mangkal di depan losmen. Padahal saya sudah berjanji, bila malam itu ada yang mengucapkan, pasti bakal ditraktir makan sepuasnya. Ah, sedihnya..

2. Pohon Kapuk Belakang Sekolah, Depok (Kelas 5 SD)
Masa Sekolah Dasar adalah masa sekolah yang menurut saya paling membahagiakan. Teman-teman yang begitu dekat, masa kanak-kanak yang indah. Perjalanan semasa ini sudah sayup hilang dari ingatan. Beberapa perjalanan dilakukan dalam rangka berenang saat libur sekolah, bermain balap sepeda, dan stadion sepak bola dekat rumah.

Tapi perjalanan yang selalu saya ingat adalah saat Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) pada kelas 5 SD. Siswa kelas 4 hingga kelas 6 diwajibkan menginap di sekolah dalam rangka Persami. Kami tidur beralaskan tikar di lantai kelas. Tempat tidur dibagi menjadi dua berdasarkan jenis kelamin, laki-laki dan perempuan tidak boleh tidur dalam ruang kelas yang sama.

Pada saat tengah malam, kami dibangunkan dan disuruh berbaris di lapangan. Mata ditutup dengan dasi pramuka kemudian diarahkan para alumni berjalan sambil bergandengan tangan. Kami tak ada yang tahu hendak dibawa kemana. Kata Kakak Alumni, kami akan dibawa ke Kuburan. Kami berjalan disuruh melompat karena ada nisan dan disuruh memegang nisan. Padahal kami cuma diajak ke Pohon Kapuk belakang sekolah. Angker juga sih sebenernya. Persis diospek! 🙈 

Kalau diingat-ingat, anak SD jaman dulu aja udah diospek. Makanya pas kuliah mo diospek, eh berasa siap aja gitu. Walaupun trauma pas SMP SMA ogah ikut OSIS karena menghindar dari LDK yang 11-12. Hahaha..cemen!

3. Bandung (Kelas 3 SMA)
Ini dia perjalanan yang paling mengesankan semasa sekolah dulu. Kalau bagi kebanyakan orang masa SMA adalah masa remaja yang paling indah, saya akan mengamininya pas kelas 3 ini. Selama kelas 3 IPS, saya bahagia. Hidup tanpa beban, bebas dari mata pelajaran IPA yang njelimet rasanya MERDEKA!!!

Makanya momen perpisahan angkatan di Bandung adalah momen paling mengharukan buat saya. Di Bandung, kami menginap di Lembang nan sejuk ketimbang Jakarta yang panas. Kali ini begitu bahagia bisa sekamar dengan para sahabat. Semalam di Bandung tak cukup sekali rasanya..

Karena malam perpisahan, ada salah satu teman cowok yang ingin melakukan operasi "Katakan Cinta" (duh, jadi ketauan angkatannya deh) pasca acara perpisahan malam itu. Kocak banget, heboh cari properti, ini itu, eh ditolak. Sempat berpikir untuk juga mengutarakan perasan ke gebetan. Tapi urung karena sibuk jadi panitia untuk teman. Hahaha..

Keesokan harinya kami sudah harus pulang lagi ke Jakarta. Mampir sebentar di Cihampelas dan berbelanja oleh-oleh, tak lupa beli sandal di Edward Forrer dan nenteng pisang molen Kartika Sari. Ah, Bandung meski cuma semalam cukup memberi kesan hingga terbesit ingin melanjutkan pendidikan di kota itu.

Foto Kelas 3 Sos 3 buat Buku Tahunan
Bandung, kota yang memisahkan kisah masa sekolah di Jakarta dengan Jatinangor, kecamatan penuh kisah masa kuliah. Di Bandung sejuta kisah mewarnai hidup ini. Sungguh beruntung mereka yang mengecap pendidikan di Bandung. Pendidikan tak selamanya berada di ruang kelas tapi juga bisa didapatkan dari kota nan indah. Kota yang ramah akan para perantau pendidikan. Ya, Tuhan pasti sedang tersenyum saat Bandung diciptakan
"Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi" - Pidi Baiq

You Might Also Like

6 comments

  1. Ya.. Bandung penuh dengan sejuta kenangan di setiap sudutnya. Kok jadi baper yaa... :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha..
      Iyah baper banget nulis ini juga. :p

      Delete
  2. Marq lo jatuh hati sama jati pas kapan sih? OOT nanyanya. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas udah dewasa donk, Kakak Phadli.
      Udah fase yang berbeda. Jadi ga sesuai tema klo dimasukkin. :p

      Delete
  3. Setuju teh marq, enakeun da sekolah di bandung. Dan kini Akupun rindu bandung:")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi..mangga atuh ka Bandung deui.
      Aku padahal udah lama banget kangen Bandung juga.
      Huhuhu..

      Delete