Lebaran di Jakarta

July 08, 2016

Harta yang paling berharga
adalah keluarga
Istana yang paling indah 
adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna 
adalah keluarga
Mutiara yang paling indah
adalah keluarga..

Idulfitri selalu menjadi momen yang ditunggu. Berakhirnya Ramadan seringkali menjadi titik balik bagi setiap muslim untuk menjadi manusia yang lebih baik setiap tahunnya. Bagi saya, Idulfitri selalu memberikan makna mendalam terutama saat berkumpul bersama keluarga sebagai sebuah jeda dari perjalanan mengejar kenikmatan pribadi.

Lahir di Jakarta, besar di Jakarta, dan saudara besar ada di Jakarta membuat saya tak pernah ikut merayakan mudik lebaran. Alhamdulillah.. 😁 Setelah menikah, baru sekali merasakan mudik. Tahun pertama dan sedang hamil lima bulan, waktu itu. Setelah punya anak dua, belum pernah mudik lebaran lagi. Meski si Sulung pernah ikut pulang ke kampung dalam rangka liburan.

Lebaran di Jakarta selalu menyenangkan buat saya. Jakarta lengang. Jutaan penghuninya migrasi ke berbagai penjuru Indonesia pada saat bersamaan. Meski tetap macet di pinggiran Jakarta dan sekitar tempat wisata. Tahun ini tempat mertua di Kecapi, Jagakarsa, jadi kunjungan utama. Masakan Ibu Mertua nan sedap tanpa penyedap selalu dirindukan. (Saya cuma bisa bantu doa sama ngabisin hehe menantu durhaka) Bapak Mertua nan baik hati dan sayang cucu juga bisa diandalkan buat bantu gendong bayi atau mengajak main si Sulung. πŸ‘πŸΌ

Kali ini, Kakak Sepupu suami dari Kalimantan juga berlebaran di Kecapi. Dia bahkan ikut keliling bareng kami ke Ciputat (rumah Ibu saya) dan Cinere (rumah Mbah alias Tante dari Ibu saya). Suami dan saya ingin agar lebaran kali ini bisa memberikan kesan baginya agar tetap bisa merasakan hiruk pikuk keluarga meski jauh dari keluarga.

Silaturahmi ke berbagai tempat tanpa kendaraan pribadi masih menjadi pekerjaan rumah saat lebaran. Pantas saja mobil pengangkut barang seringkali berubah menjadi alat transportasi manusia untuk bersilaturahmi tanpa jaminan aman dari kecelakaan. Saya mencoba Grab dan Uber, tapi ternyata tarifnya naik berkali lipat. Go-Car tak ditemukan. Lha wong normal aja susah apalagi saat lebaran. Kali ini saya berterima kasih kepada Blue Bird dan Mikrolet 36. Moda transportasi yang harganya stabil meski permintaan melonjak. Berkat aplikasi Blue Bird yang kian cihuy, mencari taksi kini tak sesulit dulu. Ga perlu telepon operator yang sibuk, ga perlu panas-panasan berebut taksi di pinggir jalan, tinggal klik, nunggu lebih lama sih, tapi insyaalloh selalu dapat karena armadanya banyak banget sampe bikin macet Jakarta kan dulu waktu demo. #eh #damai


Yang paling bahagia lebaran kali ini bisa jadi adalah si Sulung. Balita itu sungguh luar biasa. Dengan kemampuan layaknya spons, ia mampu menyerap banyak hal dalam sekejap. Kemampuan bernyanyi, komunikasi, dan nalarnya berkembang sangat cepat. Takjub sekaligus jadi pengingat untuk belajar lebih sabar dan pengertian menghadapinya..


Keluarga adalah tempat bagimu untuk kembali. Yang menerimamu dalam setiap titik terendahmu, yang mengingatkanmu untuk tetap duduk saat titik tertinggimu.

Taqabbalallahu Minna Waminkum
Mohon maaf lahir dan batin
Selamat Idulfitri 1437 H


You Might Also Like

4 comments

  1. Aku sekali pernah berlebaran di rumah Jati. Ibunya baik banget. Makanan enak pula...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya bolehlah ajak Arden kenalan sama Gwen sini dulu. Biar kenal dulu..jangan ujug2 dijodohin. Hahaha..

      Delete
  2. Enak mudiknya ga bermacetan.. Malah nikmatin jakarta yg sepi yaa.. Met lebaran yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Met Lebaran juga!
      Sesekali berlebaranlah ke Jakarta. 😁

      Delete