Transit di Beijing kurang dari 24 jam

March 29, 2016

Dalam perjalanan mudik dari Jerman ke Jakarta dengan naik Air China, kami sekeluarga (Ayah, Ibu dan Alif si anak 3 tahun) harus transit 11 jam di Beijing dari jam 5.30 pagi sampai jam 15.40. Tampaknya akan sangat membosankan kalo kami hanya tinggal di bandara. Selain itu kami ingin memanfaatkan kesempatan langka tersebut untuk melihat-lihat Kota Beijing.

Forbidden City dilihat dari Lapangan Tian an men
Semakin mendekati tanggal keberangkatan, saya semakin rajin mencari informasi apakah kira-kira kami bisa keluar dari Beijing International Capital Airport selama transit. Saya mencari kesana-kemari di travelblog lain serta di travel web dan review seperti di tripadvisor, dll. Sayangnya saya tidak menemukan informasi jelas tentang transit di China kurang dari 24 jam. Hanya ada informasi mengenai bebas visa 72 jam di China (Indonesia tidak masuk dalam daftar negara yang bisa bebas visa 72 jam). Terdapat juga sedikit yang mengatakan "Nearly all nationalities can transit in China for a period not exceeding 24 hours as determined by scheduled flight arrival and departure times", tidak dijelaskan apakah bisa keluar dari bandara atau tidak .

Ayahnya Alif sempat mengirimkan e-mail ke otoritas Beijing International Capital Airport, tapi tidak ada balasan. Saya pun bertanya ke teman yang asal China, dia berusaha mencarikan informasi untuk saya di website pemerintahnya yang berbahasa Mandarin. Hasilnya nihil. Dia bilang, "very sorry Tatat, it seems that you have to stay in the airport during your transit in Beijing." Deuh..yasudahlah..kamipun pasrah..kalo bisa ya bisa, kalo ngga ya tinggal di bandara pun ga masalah.

Ketika akhirnya mendarat di Beijing, waktu setempat menunjukkan jam 4.40 pagi (pesawat kami kecepetan nyampe). Jadi..apakah akhirnya kami bisa keluar dari bandara untuk jalan-jalan kilat ke pusat kota Beijing? Ternyata bisa loh..aseek..rejeki emak :D. Begini kira-kira proses lengkapnya..
  1. Dokumen yang perlu disiapkan untuk ke loket imigrasi: passport, arrival dan departure card yang telah diisi, tiket atau boarding pass penerbangan selanjutnya menuju ke negara tujuan setelah transit di China (atau untuk kasus saya, boarding pass penerbangan selanjutnya menuju bandara lain di China juga -_-), residence permit atau visa negara tujuan jika anda bukan warga negara tersebut.
  2. Setelah itu, mengantri imigrasi. Untuk penumpang yang hanya akan transit di China, petugas imigrasi mempersilakan untuk mengantri di jalur staf diplomatik. Antrian di jalur ini lebih pendek daripada antrian biasa yang mengular panjang.
  3. Kemudian staf imigrasi akan memeriksa paspor, boarding pass, mengambil arrival card yang telah diisi, mengambil foto saya, dan akhirnya memberikan stempel visa 24 jam di paspor..horee..
  4. Karena setelah Beijing kami masih harus transit di Xia Men (kota lain di China), maka departure card baru diserahkan di loket imigrasi di bandara Xia Men, ketika akan terbang menuju Jakarta.
  5. Pemeriksanaan paspor untuk balita pun dilakukan dengan sangat serius..Alif harus saya angkat agar si petugas bisa melihat dengan jelas wajahnya serta untuk diambil fotonya.
  6. Setelah paspor kami dicap, masih ada security check yang harus dilewati. Sebetulnya ini normal di semua bandara..yang ga normal antriannya -_-. Pemeriksaan yang dilakukan benar-benar teliti dan seksama, sampai cepolan rambut di dalam kerudung saya pun dipegang berkali-kali sama mbak yang meriksa.
  7. Setelah lolos dari security check, baru deh kita bisa santai..tuker uang, jajan-jajan, dan keluar bandara.
  8. Proses mengantri imigrasi dan security check benar-benar menyita waktu. Kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam sampai bisa keluar dari security check. Sebaiknya segera kembali menuju bandara paling tidak 3 jam sebelum jadwal penerbangan kita selanjutnya.
  9. Jika transit di Beijing antara 6-24 jam, jangan ragu-ragu untuk cuss jalan-jalan ke kota!
Meskipun prosesnya agak melelahkan, tapi cukup layak untuk diperjuangkan. Kami jadi bisa menikmati suasana Tahun Baru China di tengah Kota Beijing yang lengang karena sedang ditinggal mudik sebagian besar penduduknya :).

You Might Also Like

9 comments

  1. Terimakasih mbak, infonya sangat berguna.

    Anyway, how did you finally know, exactly at the last minutes, that you could obtain the visa and get out of the airport during transit?

    What's the name of the visa by the way? Is it On Arrival Visa.

    Trima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
  2. Halo @Doriani Lingga

    All transit passengers in China airports must go the the immigration locket after landing, together with all China citizens and foreigners. I was on the queue until I reach the immigration officer, and I asked them if I want to go out during my 9 hours transit time. Then they showed me the right line for that. I think it is called "24 hours transit visa". It is not visa on arrival as it is valid only for 24 hours. They have "72 hours visa" (similar to VoA), but Indonesia is not on the list of countries that eligible for that :D.

    ReplyDelete
  3. Saya Gatot WNI, saya pny rencana itinerary dr osaka ke jakarta dan transit 5 jam di Shanghai. Transit dengan 2 maskapai berbeda dan 2 nomer pesanan. Info dari maskapai bahwa saya harus melakukan check in lagi di Shanghai untuk ke Jakarta. Itu artinya saya harus keluar imigrasi stlh penerbangan dr Osaka. Apakah ini juga sama menggunakan transit visa 24 jam?
    Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..kalo menggunakan dua maskapai yang berbeda terus terang kami tidak ada pengalaman. Tapi kemungkinan besar menggunakan visa transit 24 jam juga. Untuk lebih pastinya mungkin bisa kontak pihak bandara Shanghai atau kedutaan China di Jkt

      Delete
  4. Halo mbak,
    Saya mau nanya, April besok saya bakal transit 7 jam di Beijing.
    tempat apa yang bisa saya kunjungi dalam waktu kurang dari 5 jam (durasi transit hanya 7jam)
    terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya sih, jika waktu transit hanya 7 jam, ambil bersihnya maksimal 4 jam kalo mau keluar bandara. Agar waktu di imigrasi dan nunggu transportasi tidak mepet, biar ga ketinggalan pesawat.

      Dalam 4 jam, rekomendasi saya sih ke Forbidden City dan sekitarnya.

      Delete
  5. Hallo, sy mau nanya. Dr toronto sy naik china airlines, dan transit di guang zou slma 11 jam. Apakah sy membutuhkan visa transit? Klo butuh bgmana mengurusnya. Therima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ga keluar bandara sih tidak butuh mengurus visa sebelum keberangkatan, hanya ikuti prosedur imigrasi di bandara Guang Zou. Silakan baca uraian di atas untuk lebih jelasnya.

      Delete
    2. Matur niwun mbak.😘😊

      Delete