Pengalaman Terbang dengan Air China

March 14, 2016

Mudik Februari 2016 lalu kami berkesempatan mencoba airline yang orang lain jarang pake: Air China. Meskipun orang Indonesia mungkin jarang mendengar, tapi Air China adalah maskapai penerbangan terbesar di China (semacam Garuda-nya China).

Kami membeli round ticket kelas ekonomi rute Düsseldorf-Jakarta untuk tiga orang seharga 1350 Euro (7 bulan sebelum keberangkatan). Untuk penumpang kelas ekonomi, kami mendapat jatah bagasi 23 kg. Harga termurah untuk tanggal yang kami inginkan. Rutenya sendiri sebetulnya tidak sesederhana Düsseldorf (DUS)-Beijing (PEK)-Jakarta (CGK) dan Jakarta-Beijing-Düsseldorf. Setelah transit di Beijing, kami masih harus transit di kota Xia Men (XMN). Jadi rute keberangkatan kayak gini: DUS-PEK lanjut PEK-CGK via XMN, dan kepulangan CGK-PEK via XMN dilanjutkan PEK-DUS..haha..yasudahlah..namanyapun tiket murah..dua kali transit pun kami terima.

Selanjutnya saya mencari review Air China baik dari orang Indonesia, maupun siapapun yang pernah naik Air China. Sayangnya, saya tidak menemukan review Air China yang positif, sebagian besar review nya negatif! Ada yang bilang bagasinya hilang, kru ga bisa bahasa inggris, makanan ga enak, ada yang delay lama, ada yang perpindahan gate keberangkatan ga diinformasikan, dan lain-lain. Yang pasti, review-review tersebut bikin saya parno -_-!

Kira-kira satu bulan kemudian, kami mendapat e-mail yang memberitahukan bahwa ada perubahan jadwal penerbangan kami. Hemm...sungguh ga biasa untuk sebuah penerbangan internasional berubah jadwal kayak gitu. Kami pun mengajukan beberapa pertanyaan terkait perubahan jadwal dan hal-hal lain kepada customer service. Surprisingly, mereka sangat responsif dan helpful.
Awal Januari, satu bulan menjelang keberangkatan, kami pun kembali berkirim e-mail dengan customer service, untuk memastikan itinerary penerbangan kami. Ternyata, customer service menawarkan kami untuk rute kepulangan dari Indonesia melalui Frankfurt (padahal harusnya lewat Düsseldorf). Mereka menawarkan rute kembali ke Jerman lewat Frankfurt, karena jika lewat Düsseldorf, kami harus transit 15 jam di Beijing. Sedangkan jika lewat Frankfurt, waktu transit kami di Beijing hanya 4 jam. Merekapun juga menawarkan tiket kereta gratis (program rail and fly) dari Frankfurt ke kota tempat tinggal kami, Osnabrück. Setelah mempertimbangkan, kami memutuskan mengambil tawaran itu. Jadilah rute keberangkatan kami tetap: DUS-PEK (transit 11 jam)-XIAMEN (1 jam)-CGK, sedangkan rute pulang jadinya: CGK-XIAMEN (transit 1 jam)-PEK (transit 4jam)-FRA.


Pada saat keberangkatan, saya deg-degan tiada tara. Takut kalo ternyata review orang-orang terbukti. Namun kekhawatiran saya mulai memudar pada saat check-in dan boarding. Ground staff dan teknisi Air China di bandara Düsseldorf menggunakan staf dan peralatan kepunyaan Lufthansa, maskapai kebanggaannya orang Jerman. Saat memasuki pesawat Airbus 330 yang akan membawa kami menuju Beijing, semua terlihat profesional. Pesawat besar dan nyaman, personal monitor di kursi masing-masing, dan cabin crew yang ramah. Meskipun ada aturan hand luggage per orang 1 piece dengan berat maksimal 5 kg, tidak ada pemeriksaan yang ketat. Banyak penumpang lain yang bawa banyak tentengan. Jadi ada baiknya jika kita boarding awal. Jika sedikit telat, bisa jadi bagasi kabin kita dipake tempat hand lugage-nya orang China yang bejibun..persis kayak bawaan orang-orang Indonesia di rute domestik!
Ketika terbang, makanan yang disajikan juga lumayan enak. Cabin crew bisa berbahasa Inggris, walaupun berlogat China. Inflight entertainment lumayan..cukup banyak film-film yang berbahasa Inggris. Hanya saja untuk musik, cuma ada lagu berbahasa mandarin -_-. Sampai di Beijing, semua berjalan lancar. Jangankan delay..yang ada penerbangan kami malah kecepetan nyampenya 10 menitan.

Ketika harus boarding ke pesawat yang menuju Xia Men (kemudian ke Jakarta dengan pesawat yang sama), kami sedikit kebingungan mencari gate keberangkatan. Kami harus bertanya dua sampai tiga kali ke bagian informasi hingga akhirnya sampai dengan selamat di gate. Untungnya, kami menyiapkan waktu cukup banyak untuk ini.

Pesawat yang membawa kami dari Beijing ke Xia Men kemudian ke Jakarta bukanlah pesawat besar semacam air bus atau Boeing B777. Rute PEK-CGK menggunakan pesawat Boeing 737, seperti yang banyak digunakan Garuda untuk rute domestik. Di pesawat yang lebih kecil ini kami tidak mendapatkan personal monitor seperti rute DUS-PEK. Yang juga berbeda dari perjalanan Jerman-Beijing, roti bulat yang disajikan di rute Beijing-Jakarta ternyata dingin..sementara untuk rute Jerman-Beijing, rotinya hangat dan langsung disajikan ke nampan penumpang dari keranjang. Mungkin karena roti bukan sesuatu yang wajib untuk rute Asia..yang penting nasi atau mie yang disajikan tetep hangat :D.
Ketika akhirnya sampai di Bandara Sukarno-Hatta, kami deg-degan menanti bagasi kami keluar..sambil terus berdoa semoga dua koper kami keluar dengan selamat tanpa ada kerusakan ataupun kehilangan. Daan..alhamdulillah...dua koper sampai dengan selamat sentosa :).
Ketika perjalanan pulang menuju ke Jerman, pengalaman kami tidak jauh berbeda dengan keberangkatan. Proses check-in di Sukarno-Hatta agak memakan waktu lama..karena si mbak petugas check in masih baru dan tampak kebingungan sehingga harus dipandu oleh atasannya. Hampir saja dia lupa memasangkan label "Transfer" di salah satu koper kami. Untung saya sempat lihat dan langsung mengingatkan dia.

Dari Beijing-Frankfurt, Air China menggunakan pesawat Boeing B777 300ER baru yang masih gress..mantaps. Tidak ada delay dan bagasi kami pun sampai dengan selamat di Frankfurt. Karena pengalaman kami yang cukup memuaskan, saya berani merekomendasikannya kepada teman dan kenalan untuk naik Air China :) Oh ya..Air China adalah salah satu member Star Alliance (satu grup dengan SQ, Lufthansa, Thai Airways, Turkish Airlines, dll). Kebetulan saya punya frequent flyer card SQ..lumayan nambah-nambah miles :D.

Berikut saya rangkumkan lagi semua infonya ya..

Cara booking tiket Air China
Jika ingin membeli tiket Air China dengan harga murah, lebih baik jika beli langsung di websitenya. Kalo kami, awalnya search dan membandingkan harga tiket di Google Flights. Setelah menemukan harga termurah untuk tanggal yang kami inginkan, google flights mengarahkan kami langsung ke website Air China. Bayar pake kartu kredit, beres deh.

Baggage Allowance Air China
Untuk kelas ekonomi seperti tiket kami, adult fare and child fare tickets, mendapat jatah bagasi masing-masing 1 piece dengan berat maksimum 23 kg. Di beberapa review di website penerbangan, banyak testimoni yang menceritakan pengalaman buruk terkait bagasi mereka ketika terbang menggunakan Air China. Saya sendiri tidak mengalami kejadian buruk terkait bagasi, tapi sebaiknya memang betul-betul mengawasi proses check-in bagasi dengan cermat..jangan sampai staf check-in salah memasang label bandara tujuan ataupun lupa memasang label "Transfer."

In-flight Menu Air China
Untuk rute DUS-PEK, penumpang mendapatkan 1 full-course meal dan 1 breakfast. Menu yang ditawarkan, ada pilihan nasi/mie/pasta dengan daging atau seafood. Sedangkan untuk rute PEK-CGK via XMN, ada mie atau nasi dengan ikan, daging, atau seafood. Air China juga menyediakan menu vegetarian. Inflight menu Air China menurut saya sangat bercita rasa Asia..cocoklah kalo buat orang Indonesia :D. Sedangkan untuk minuman, mereka tidak menawarkan susu..hiks..padahal saya cukup ngarep Alif bisa minum susu selama penerbangan jarak jauh Jerman-Jakarta-Jerman.

In-flight Entertainment Air China
Film-film yang tersedia tidak se-update di Inflight Entertainment SQ (ya iyalah..haha), tapi udah lumayan lah..Kita masih bisa menemukan banyak film yang berbahasa Inggris. Sedangkan untuk TV series, lebih banyak berbahasa Mandarin. Bahkan untuk music, hanya tersedia dalam bahasa Mandarin. Personal monitor hanya tersedia di rute internasional antar benua (misalnya DUS-PEK, PEK-FRA) atau yang menggunakan pesawat besar (Air Bus, atau Boeing 777). Sedangkan untuk rute PEK-CGK via XMN, tidak terdapat personal monitor untuk penumpang.

Transfer Flight
Di Beijing Capital International Airport, saya seringkali merasa linglung. Terutama karena masalah bahasa dan karena bandaranya lega banget. Jika membooking penerbangan Air China yang mengharuskan transit di Beijing, sebaiknya waktu transit minimal 4 jam. Waktu 4 jam akan terasa sangat mepet karena adanya security check berlapis serta padatnya penumpang di bandara. Sementara di bandara Xia Men, transit hanya satu jam. Waktu bersih yang tersisa setelah lapor di transfer desk cuma 20 menit.

Terbang dengan anak-anak
Kalo di airlines-airlines besar seperti Emirates, saya pernah lihat pramugari memberikan mainan untuk penumpang anak-anak. Di Air China, Alif (3 tahun) mendapatkan travel log book yang juga sekaligus activity book yang bisa diwarnain, ada kegiatan menghubungkan titik, dan lain-lain.

Air China, Value for Money

Kalo buat yang budgetnya pas-pasan seperti saya, Air China ini udah lumayan banget. Kalo lain kali saya menemukan harga supermurah lagi di Air China, I´ll go for it :).

Terkait pengurusan prosedur imigrasi saat transit di China (jika ingin keluar bandara) bisa diklik di sini.
Flying Air China with three years old boy

You Might Also Like

22 comments

  1. Makasih banyak ya reviewnya, mas. Saya lg cari review jg, tadinya jg nemu yg buruk2 aja, tp di kaskus udh pd bilang enak sih air china. Saya baca dr awal bener2 sampe abis, apalagi tau mas nya ini DUS-CGK, ada rute FRA-CGK buat tgl 2 Juni 497 tp itu murah cm kalo kita pake Mastercard Gold, cape dehhh saya ga pake gituan. Kalo pake lastschrift bedanya 80an, bisa jd 580an gitu :-( sedih dah ah lg cari bantuan sm org yg pake Mastercard Gold hahaha. Nah kalo pake CC itu confirm gak mas? kita kudu bawa tuh cc apa ngga? Makasih ya sebelumnya :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Dian,
      Waktu aku naik air china pas hari H sih tidak diminta menunjukkan kartu kredit yang dipakai membayar.

      Makasih udah mampir ya :)

      Delete
  2. Makasih ya atas reviewnya mau memastikan lagi sebelum booking air china.
    Untuk yang transit via Xiamen memang hanya dapat satu jam ya? Dengan waktu bersih 20 menit kira2 tetap bakal bisa connecting?
    Bagasi free 1 piece 23 kilo itu diluar carry on kan ya? Rencananya tetep mau bawa ransel trolley untuk masuk cabin
    Terima kasih

    ReplyDelete
  3. @giegiedut
    Waktu transit 1 jam di Xiamen cukup untuk connecting, karena begitu nyampe di airport building, langsung diarahkan ke ruang tunggu gate keberangkatan.
    23 kg itu free bagage check in, untuk hand carry per org maksimal 5 kg.

    ReplyDelete
  4. Terima kasih mbak atas balasannya. Belum beli juga sih tixnya masih galau walaupun dari segi harga lebih murah sih hehehehe

    ReplyDelete
  5. @giegiedut
    Saya paham kegalauannya..sayapun dulu begitu. Saya akhirnya naik Air China karena tiket sudah keburu dibeli (oleh suami) dan non-refundable..haha

    ReplyDelete
  6. Wah sangat membantu reviewnya. Saya mau tanya nih, kan bagasi max 23kg, h+w+l max 158cm. Kalau saya bawa koper besar yang h+w+l nya lebih dari 158cm tapi beratnya ga lebih dari 23kg, boleh tidak? terimakasih:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo,
      Saya gatau kalo dimensinya lebih dari 158 cm. Koper saya waktu itu yg ukuran XL, bisa diisi sampe lebih 30 kg. Tapi dimensi tidak lebih dari 158 cm dan isinya max 23 kg, soalnya takut kena charge..haha.

      Delete
  7. kak maap mw tanya. itu kan di atas dijelaskan ‘ganti jadwal penerbangan oleh air china’ itu di gantinya tetep hari itu jg kah? cm beda jam doank? atau ganti tgl? coz saya rencana mw naik ini. dan btw tw gk mengenai bandara shenzhen di guangdong kak? saya mw transit disitu before go to nanchang. kita bakalan nyasar gk sih kak klo di bandara china gitu? coz ini pertama kalinya jg ke china. thx kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Brenda,
      Yang diganti hanya jamnya saja, tanggal keberangkatan tetap sama. Tapi tentu berpengaruh ke waktu kedatangan kita di tempat tujuan.

      Apakah di bandara china bisa nyasar, kalo pengalaman saya sih "nyasar" yang masih wajar. Kan kita masih bisa nanya ke meja informasi atau ke petugas yang kita temui. Asalkan kita jangan mepet2 waktu pas menuju gate keberangkatan. Usahakan tahu ke mana harus pergi sebelum makan/jalan2 keliling bandara. Lebih baik jalan2/makan di deket gate nya daripada nanti nyasar pas waktu udah mepet.

      Semoga lancar ya perjalanannya. Makasih udah mampir! :)

      Delete
  8. Mbak, saat arrive di PEK malam yah ? Saya mau tnya, apakah mbak lihat ada penumpang transit flight lain yg tiduran di bandara? Soalnya saya ada rencana transit tengah malam di PEK dan connectingnya bsok pagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo,

      Waktu saya transit di PEK nyampe jam 4.30 pagi. Waktu itu sempet melihat bbrp turis yg duduk2 di bangku. Mungkin mereka transit dari malam. Sepengamatan saya, jam 4.30 sudah cukup ramai, tapi bagian informasi dan petugas lain belum ada. Hanya ada petugas imigrasi.

      Ini ada panduan kalo harus transit malam di PEK. http://www.sleepinginairports.net/asia/beijing.htm.

      Semoga lancar ya perjalanannya..

      Delete
  9. Pagi, mau tanya dong soal baggage air china... Sy ada book tiket air china via website my trip & stelah sy lihat e-tiketnya tertera 1adult atau 1child free baggage 1piece maksudnya 1piece itu apa ya? Mohon pencerahannya ya & tolong dishare kalau tahu infonya... Thx b4. #1piece brp kg y.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo. 1 piece itu berarti 1 buah koper/tas dengan ukuran/dimensi seperti yang saya tulis di atas, dengan berat maksimal 23 kg (untuk kelas ekonomi).

      Delete
  10. Terima kasih banyak reviewnya Mba, sangay membantu^^ Saya mau tanya untuk baggage, karena pertama kali transit. Ketika transit di beijing atau xiamen apakah kita perlu ngurus baggage lagi atau udah ngga ya Mba?
    Thanks infonya^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Selvi,

      Bagasinya langsung masuk ketika check in di bandara awal keberangkatan (kalo saya Düsseldorf) dan keluar langsung di bandara tujuan akhir (CGK Jakarta). Jadi di Beijing dan Xiamen cuma bawa hand carry aja.

      Makasih sudah mampir :)

      Delete
  11. Thank you reviewnyaa mbaak. .
    Jd bisa buat referensi maskapai penerbangan. . Hehehe 😁

    ReplyDelete
  12. Halo, saya ada beberapa pertanyaan. Kebetulan saya ada rencana juga mau pulang ke Indonesia lewat Düsseldorf naik air china. Pertanyaannya apakah pas booking tiket memang sudah tertera harus transit di Xia Men atau itu transit tambahan yg baru ada pas check in? Dan waktu di Beijing, jalan2nya menggunakan transportasi apa? Taxi atau MRT? Terima kasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo.
      Transit di Xia Men sudah ada sejak kita booking tiket, dari awal.

      Jalan-jalan di Beijing waktu itu kami pake metro (kereta bawah tanah) dan ga pake taksi. Semoga membantu ya..

      Delete
  13. Mau nanya donk kalo ketinggalan pesawat apakah masih boleh pindah hari ya ? Trus ada chargenya ngak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Julita,

      Setau saya, ketinggalan pesawat bisa pindah hari atau tidak tergantung jenis tiket yang kita beli. Kalo tiket promo yang refundable, ga bisa ganti hari. Kalo yang flexible, biasanya bisa. Untuk lebih jelasnya mungkin bisa ditanyakan langsung ke CS nya. Charger..seingat saya ga ada.

      Delete